10 Oktober 2011

Bersama Siapakah Kita Nanti? Will Smith? Conan? Naruto? Atau Shia LaBeouf?


Na’udzubillahi min dzalik. Di bawah ini ada sedikit uraian sebuah hadits yang kami ulas bersama Ust. Subhi pada hari Jum’at (08/04/11) lalu.

عن عبد الله بن عمر- رضي الله عنه- قال: "قال رسول الله- صلى الله عليه و سلم- : "المرأ مع من أحب" أخرجه البخاري

Ya, seseorang akan bersama orang yang dicintainya, orang yang diidolakan olehnya. Hadits di atas menunjukan adanya anjuran untuk menguatkan cinta kepada Nabi - صلى الله عليه و سلم-- dan juga umatnya sesuai dengan martabatnya. Karena hubungan antara orang yang mencintai atau saling mencintai sebagai dalil atas adanya keterikatan. Jika ada yang menyukai seseorang, maka dia akan terikat dengannya dan jelas mengidolakannya. Apalagi jika dia tak henti memikirkan dan membicarakannya sesering mungkin, di dunia saja susah lepas dari ikatan itu, apalagi nanti di akhirat?

Seseorang itu dilihat dari segala temannya. Perumpamannya seperti pilihan antara memilih teman seorang tukang minyak wangi atau pandai besi. Tukang minyak wangi diumpamakan sebagai teman yang baik, walaupun kita tidak membeli, minimal kita akan mendapat colekannya. Bahkan jika tidak dicolek sekalipun, minimal kita bisa cium wanginya. Sedangkan pandai besi kita umpamakan sebagai teman yang membawa pengaruh buruk, bukan hanya bau pengap api dan arang saja yang bias kita dapat darinya, bahkan jika kita mendekat bisa-bisa baju kita ikut terbakar. Jadi, akan bersama siapakah kita sekarang dan esok?

Salah seorang sahabat Nabi- صلى الله عليه و سلم-  pernah menyebutkan deretan nama sahabat yang ia cintai, dan di akhir kalimatnya ia menambahkan: “aku mencintai mereka dan aku ingin dihisab serta dikumpulkan bersama mereka walaupun amalanku sangat jauh dari amalan mereka.


Sebagaimana firman Allah  تعا لى :

و من يطع الله و الرسو ل فأ لئك مع الذين أانعم الله عليهم من النبيين و الصديقين و الشهداء و الصا لحين و حسن ألئك رفيقا (النساء:69)

 “Dan barangsiapa yang mentaati Allah dab Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang yang dianugerahi ni’mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang yang mati syahid, dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.” (Q. S. An-Nisa: 69)

Maka jangan sampai mengaku mencintai Rosul tetapi berbuat syirik, menyanyikan lagu yang menyanjung Rosul secara berlebihan. Jangan sampai kita membenci hijab, jenggot, dan makan-minum dengan cara yang tidak dianjurkan. Dan malah mengidolakan orang-orang kufar. Mari kita pikir sekali lagi, mana yang lebih sering antara membicarakan Rosululloh- صلى الله عليه و سلم-   atau Justin Bieber? Mana yang sering dijadikan bahan obrolan oleh kita, para Sahabat yang mulia atau Suju?

“Jangan cuma ngaku-ngaku, kita ini umat pengekor yang sukanya mengikuti tradisi orang kafir yang sedang ngetren,” begitu yang Ust. Subhi katakan. Melakukan hal yang dilakukan artis yang kita sukai. Mengenakan pakaian yang dikenakan oleh artis kesukaan kita. Dan membicarakan mereka tanpa henti. Kalau dipikir-pikir, ngapain juga kita mikirin dan ngomongin artis-artis yang sudah jelas nggak mikirin dan ngomongin kita, ya kan? Terlebih kita tholabul ‘ilmi, lebih bijak rasanya jika menghindari kegiatan-kegiatan seperti itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar