bumi yang menetes percik anugerah
air yang berputar pusaran tak menentu
melangit semua
membintang segala inspirasi akal
aku tahu stanzaku tak ubahnya sampah
tak ada guna
bahkan kutil lebih nampak dari itu
di bumi aku berdiri sebagai pemulung
aku tak menginginkan sampahku
sungguh
tapi
aku butuh sampahku, setidaknya begitulah menurutku
lautan membumi
stanzaku melaut, sampahku melaut
tak kalah banyak jumlah
terlihat tak penting karna kelewat banyak sesamanya
saat stanzaku menyamudera
kemudian
meluap
luap
tak keruan
semua orang melirik
bukan, bukan untuk menyermati
tapi memandang heran,
atau malah jijik ? Isti
11-Keagamaan

Tidak ada komentar:
Posting Komentar