Tampilkan postingan dengan label Mikrosop One Note. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mikrosop One Note. Tampilkan semua postingan

10 Agustus 2013

16 Mei 2011

Perempuan



Tulisan ini kami buat untuk perempuan. Di sini kita akan sedikit berbicara mengenai kita, mengenai perempuan. Tapi tentu tidak ada salahnya jika ada laki-laki yang ingin membaca tulisan ini, kami harap dia bisa memperlakukan perempuan dengan baik.

Perempuan itu diambil dari tulang rusuk laki-laki. Jika Allah mempersatukan dua orang yang berlawanan sifatnya, maka itu akan menjadi sesuatu yang saling melengkapi.

Kita sebagai perempuan adalah penolong yang sepadan bagi laki-laki, bukan sparing patner yang sepadan. Ketika pertandingan dimulai, kita tidak berhadapan dengan laki-laki untuk melawannya. Tetapi kita akan berada bersama mereka untuk berjaga di belakang mereka. Kitalah yang seharusnya menutupi kekurangan mereka.

Kita ada untuk melengkapi apa yang tidak ada dalam laki-laki: perasaan, kelemah lembutan, keluwesan, kecantikan, rahim untuk melahirkan bibit muslim, dan mengurusi hal sepele. Hingga ketika laki-laki tidak mengerti hal itu, kitalah yang bisa menyelesaikannya. Sehingga tanpa mereka sadari, ketika mereka menghabiskan sisa hidupnya bersama kita, mereka menjadi lebih kuat karena kehadiran kita di samping mereka.

Jika ada makhluk yang kontras dengan laki-laki, itulah perempuan, itulah kita. Jika ada makhluk yang sanggup menaklukkan hati hanya dengan senyuman, itulah perempuan. Bukan Bisma Sm*sh apalagi personel Suju, tapi kita.

Kita kadang tidak butuh argumentasi hebat dari seorang laki-laki, tapi kadang kita butuh rasa jaminan aman dari mereka karena kita ada untuk dilindungi. Tidak hanya secara fisik, tapi juga emosi.

Kita kadang kurang tertarik dengan fakta-fakta yang akurat, atau bahasa yang teliti dan logis yang biasa disampaikan secara detail oleh laki-laki. Tetapi yang kita butuhkan adalah perhatian dan kalimat yang lembut, yang mungkin dianggap sepele oleh kebanyakan laki-laki, tapi cukup berarti bagi kita sehingga bisa membuat kita nyaman.

Batu yang keras bisa terkikis habis oleh air yang luwes, sifat laki-laki yang keras bisa ternetralisir oleh kelembutan perempuan. Rumput yang lembut tidak mudah tumbang ketika ada badai, justru pohon yang besar dan rindang yang mudah tumbang. Seperti juga dalam kelembutan itu, di situlah terletak kekuatan dan ketahanan yang membuat kita bertahan dalam banyak situasi. Karena kita lembut bukan untuk diinjak. Rumput yang lembut justru akan dinaungi oleh pohon besar yang kokoh nan rindang. Jika laki-laki berpikir tentang perasaan perempuan atau yang lainnya, itu hanya sepersekian dari hidupnya. Namun, jika perempuan mulai memikirkan perasaan laki-laki atau yang lainnya, hal itu bisa menyita hampir seluruh hidupnya, karena sifat perempuan adalah perasa.

Karena perempuan diciptakan dari tulang rusuk laki-laki dan merupakan bagian dari mereka. Maka apa yang menjadi bagian dari hidup kita, akan menjadi bagian dari hidup mereka. Karena sifat perempuan yang perasa, maka ketika kita harus meninggalkan keluarga kita kelak dan ikut bersama seorang laki-laki, ikatan emosi terhadap keluarga bisa menjadi perasaan mereka juga. Karena kita dan mereka tentu harus bersatu. Karena kita adalah diri mereka yang tidak ada sebelumnya. Maka ketika pertandingan dimulai, pastikan kita ada di tim yang sama dengan mereka.

Semoga tulisan ini bermanfaat, sehinggga membuat kita sebagai perempuan bisa berpikir positif tentang diri kita sendiri. Tidak berpikir bahwa kita ini makhluk yang lemah dan tolol, tapi mencoba merasakan kelembutan hati dalam diri kita. Tidak lagi menganggap diri bak beruk, tapi terus berusaha seberuntung Fathimah atau ‘Aisyah. Dan bagi kaum Adam, semoga tulisan ini  bisa membuat mereka memperlakukan kaum Hawa (baik itu istri, anak, atau saudaranya) dengan baik.

Baarokallahufiikunna =)

Isti Fath
Kelas 10 A